Senin, 29 Agustus 2016

JENIS VARIETAS JAMBU AIR



Jambu air adalah tumbuhan dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Jambu air sebetulnya berbeda dengan jambu semarang (Syzygium samarangense), kerabat dekatnya yang memiliki pohon dan buah hampir serupa. Beberapa kultivarnya bahkan sukar dibedakan, sehingga kedua-duanya kerap dinamai dengan nama umum jambu air atau jambu saja. Jambu air mudah ditanam dan di budidaya.

Jenis jambu air bermacam-macam, antara lain cincalo, kaget, klampok, madura, gondrong, camplong, semarang, apel, lilin, dan kultivar lokal. Masyarakat umum membedakan 2 jenis jambu air, yaitu jambu air masam (S. aqueum) dan jambu air manis (S. semarangense). Ciri jambu air masam adalah buah berbentuk bulat dengan bagian ujung melebar dan langsung mengecil pada bagian pangkal. Sementara itu, jambu air manis buahnya berbentuk memanjang dan kompak. Di antara jenis tersebut, terdapat beberapa kultivar atau varietas budi daya yang diunggulkan berdasarkan penilaian masyarakat konsumen.
Di desa Bolang, Karawang (Jawa Barat) dikenal jambu air unggul yang disebut kultivar bolang. Di Jakarta terdapat ragam jenis jambu air unggul seperti cincalo, lilin, dan semarang. Sementara itu, di Indramayu (J awa Barat) banyak dihasilkan jambu air semarang.

Anda suka makan buah? Jika iya, pasti Anda mengenal jambu air. Buah yang satu ini memang cukup populer. Selain rasa yang khas, buah dengan kandungan air yang melimpah ini diminati karena manfaatnya bagi kesehatan yang cukup nyata. Mengkonsumsi buah ini secara teratur, maka Anda akan mendapati kulit yang lebih sehat serta fungsi organ pencernaan yang semakin optimal. Di pasaran, jika Anda jeli, ada beragam jenis jambu air. Masing-masing jambu tersebut dibedakan atas beberapa faktor antara lain warna, bentuk buah, ukuran buah, teknik budidaya, tekstur daging buah dan masih banyak lagi lainnya. Jika dihitung, mungkin jenis jambu air ini akan mencapai angka puluhan. Apa saja? Berikut kami sajikan uraian singkatnya. 
 

Jambu Madu DELI HIJAU

Jambu madu Deli Hijau adalah jambu air madu yang berwarna hijau yang memiliki tingkat kemanisan yang luar biasa, karna memeng kita sudah sama mengetahui jika jambu memang sudah diteliti oleh Universitas Sumatera Utara memiliki tingkat kemanisan yang dapat mengalahkan kemanisan dari buah lainnya seperti Apel dan lain sebagainya. jambu madu hijau juga tidak memiliki biji didalamnya dan memiliki daging yang rapuh yang membuat lezit saat dimakan. perbedaan yang sangat mendasar dibandingkan dengan jambu madu lainnya adalah jambu madu Deli Hijau ini yang pertama, lebih cepat berbuah, jika bibit yang ditanam itu berumur 3-4 bulan mulai pencangkokan yang biasanya memiliki tinggi sekitar 60-70 cm, maka ia akan berbuah pada umur 8-9 bulan dengan perawatan yang standat (sesuai dengan pembicaraan kita sebelumnya). kemudian yang kedua adalah jauh lebih lebat buahnya walau memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan jambu madu lainnya.




Jambu Madu KESUMA MERAH 

Sesuai dengan namanya jambu Kesuma Merah adalah jambu madu air yang berwarna merah, memiliki tingkat kerapuhan yang sangat tinggi, menurut saya hal ini lah yang sagat membedakan dengan jambu madu lainnya, kerapuhan terkadang membuat kita sulit untuk memecahkan jambu ini ketika ingin dimakan, kemudian yang membedakaknnya dengan yang lain adalah ketiadaan lubang didalam jambu madu kesuma merah ini, jangankan biji lubangnya saja tidak ada sehingga dagingnya padat dan sangat rapuh, selain itu warnanya yang merah membuat para pelanggan lebih memilih jambu ini. Namun jambu kesuma merah ini memiliki waktu yang lebih lama berbuahnya, hal ini dikarenakan pohonnya yang besar dibandingkan dengan jambu madu deli hijau.



Jambu Madu SUPER GREEN ( Jambu Madu Super)
 
         Dari nama jambu madu ini mungkin sudah terbayang dalam pikiran kita yaitu jambu madu yang super alias yang besar dan berwarnanya hijau. besarnya jambu madu ini dapat mencapai ukuran satu botol aqua gelas, kalau ditimbang beratnya 1 kg 4 buah, selain besar bentuknya juga panjang hal ini dapat kita lihat dari gambar jambu diatas. walau ukurannya besar namun tidak mengurangi rasa manis yang terdapat pada jambu madu ini, jika anda memakan jambu madu Super Green ini maka manisnya akan terasa dari atas sampai ke bawah. jika kita lihat dari warna memang sama dengan jambu madu Deli Hijau tetapi jika sudah tua atau masak jambu ini akan sedikit berwarna hijau kekuning-kuningan. kemudian waktu berbuah jambu ini dapat disamakan dengan jambu madu Kesuma Merah yaitu waktunya sekitar 13-15 bulan berbuah, dan karena  buahnya besar-besar maka jambunya juga tak selebat jambu madu Deli Hijau, tetapi karena pohonnya terbilag lebih besar maka jambunya juga dapat berbuah dengan banyak



 Cincalo
Istilah cincalo artinya enak dan manis. Ciri-ciri buah jambu air cincalo adalah berbentuk memanjang mirip lonceng, daging buah tebal dan padat, rasanya manis menyegarkan, tidak berbiji atau kadang-kadang berbiji. Variasi jambu air cincalo dikenal beberapa macam, yaitu cincalo merah, cincalo hijau, dan cincalo putih, tergantung warna kulit buahnya.
Cincalo

Lilin
Jambu air varietas lilin diduga berasal dari kata lien lin aninya enak. Buah jambu varietas ini memiliki ciri-ciri: bentuk memanjang antara 4,5 cm — 10 cm, daging buah tebal dan padat, tidak berbiji, dan rasanya manis rnenyegarkan.
Jambu Air Lilin
Dikenal jambu air varietas lilin merah dan lilin hijau, berdasarkan Warna kulit buahnya. Jambu air lilin merah berwarna merah, sedangkan jambu air lilin hijau berwarna hijau gelap kecokelat-cokelatan.
  
Apel
Ciri-ciri jambu air varietas apel adalah buah berbentuk bulat segi tiga mirip buah apel, ukuran kecil sampai sedang, warna kulit buah muda umumnya hijau, setelah tua (matang) menjadi putih atau putih keungu-unguan, daging buah padat, rasanya manis, dan kadang-kadang berbiji.
jambu air apel


  Jambu Air Kaget
Jambu ini memiliki ciri khas warna yang berpadu antara hijau dan merah. Warna yang dominan adalah hijau dan dihiasi semburat warna kemerahan. Rasa jambu air kaget ini sangat manis. Adapun bobot buahnya bisa mencapai 50 sampai 75 gram. Buah ini cukup unik sebab kadang dijumpai dengan biji dan lebih sering juga tidak. Jika dibudidayakan, ia kaan berbuah 2 tahun sejak ditanam.
 
Jambu air black diamond
Jambu yang satu, sama seperti namanya, memiliki warna merah yang pekat sehingga tampak menghitam. Rasanya sangat manis. Adapun bobotnya bisa mencapai 150 gram per buah. Ia tak memiliki biji dan juga berbuah 2 tahun setelah ditanam. 
 
Jambu air citra
Jambu yang satu ini merupakan buah asli Indonesia. Ia memiliki warna buah merah tua dan bentuknya seperti lonceng kecil. Bobot per buahnya bisa mencapai angka 200 gram. Ia didominasi jenis yang tak berbiji dan mulai berbuah setelah 2 tahun masa penanaman.
 

Jambu air Pink Rose Apple
 Buah ini memiliki perpaduan warna kulit yang unik. Warna yang mendominasi adalah pink atau merah muda dengan semburat warna hijau yang samar. Bobot buahnya bisa mencapai angka 300 gram. Rasanya sangat manis dan segar. Istimewanya, kadar airnya cukup tinggi. Jika dibudidayakan, ia mulai berbuah di usia 2 tahun.
 

Jambu air king rose apple
Buah ini memiliki warna merah muda atau pink. Bobotnya bisa mencapai 350 gram. Ia ditemukan tanpa biji dan rasanya sangat manis pun segar.


Selain yang disebutkan di atas, pada dasarnya masih ada beragam jenis jambu air lainya. Selebihnya bisa Anda simak sendiri di gambar berikut ini: 
 
Jambu Air Jamaica
Jambu Air Bangkok
Jambu Air Irung Petruk
Jambu Air Tangkweh
Jambu Air Bunton 3 hijau
Jambu Air Bunton 6 Merah
Jambu Air Red Rose Apple
Jambu Mawar
Jambu Air Kancing Mutiara
Jambu Air Thongsamsi

Rabu, 17 Agustus 2016

Cara Membasmi Belalang


Belalang merupakan salah satu hama pemakan daun Jambu Madu yang kadang-kadang sulit untuk di basmi/brantas klo kita tidak mengerti trik dan caranya, kenapa..? karna belalang berbeda dengan hama2 lain seperti yang kami jelaskan pada pembahasan > Hama Dan Penyakit  Pada Jambu Madu.

belalang mirip dengan lirik lagu  

" Diana Nasution" 

tentu masih ingat dong lagu yang berjudul " Benci Tapi Rindu"  pada Reff Lagu tersebut bunyinya seperti ini :
  
Kau Datang Dan pergi 
Sesuka Hatimu 
Oh......kejamnya Dikau 
Teganya Dikau, Padaku..! (Daun Jambu Madu Red.)

Artinya Belalang datang tanpa di undang memakan dengan lahap daun Jambu Madu kesanyangan kita setelah kenyang pergi begitu saja sesuka hatinya, kejam dan tega meninggalkan daun yang sudah habis tinggal tulang.! ini klo kita biarkan akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup tanaman Jambu Madu.

Belalang Dewasa klo kita semprot dengan pestisida dia akan terbang dan selamat, setelah kadar dan aroma pestisida memudar dia akan datang lagi. jadi penyemprotan hanya bisa mematikan anak belalang yang kecil yang belum bisa terbang, untuk belalang dewasa hanya bisa mencegah untuk beberapa hari klo untuk membrantas belalang dewasa tentu ini belum maxsimal.


Ada beberapa saran dan trik dari Marihat Jambu Madu (MJM) untuk memberantas hama yang satu ini :  

  1. Ayam yang kadang kala sangat kita benci karna suka reseh/sembarangan terhadap tanaman kita ternyata dapat membantu memberantas belalang karna merupakan makanan favoritnya. cuma kelemahannya klo posisi belalang tinggi si ayam tidak dapat manjangkaunya.  
  2. Membasmi belalang dengan cara menangkap lalu di berikan kepada burung ataupun ayam dengan tujuan dapat mengurangi populasi belalang, memang menangkapnya agak sulit klo dengan tangan kosong, untuk itu ada alat bantu tradisional yang sering kami pergunakan, bisa anda buat sendiri seperti pada gambar ini.
Membuatnya sgt gampang hanya modal plastik, tali/karet dan kayu. nampaknya sepele tp ini sgt membantu kita utk menangkap belalang dgn mudah dan dijamin ranting ataupun daun jambu madu tdk akan rusak bila kita menangkap belalang yg hinggap pada posisi tersebut. Belalang tdk dpt melihat plastik tersebut karna mungkin warnanya yang transfaran sehingga dia akan diam dan gampang untuk ditangkap.



3. Dengan Cara Alami, membuat ramuan pengganti pestisida sendiri dengan  cara :

Alat dan Bahan

1. Daun sirsak 50 lembar
2. Daun tembakau 1 genggam
3. Deterjen 20 gr
4. Air 20 liter
5. Saringan
6. Semprotan



Cara Pembuatan

Pertama-tama tumbuk halus campuran daun sirsak dan daun tembakau. Masukkan hasil tumbukan tersebut ke dalam air yang sudah ditempatkan dalam sebuah wadah berpenutup. Aduk sampai tercampur sempurna sambil ditambahkan deterjen secara perlahan-lahan. Endapkan dan diamkan campuran selama semalam sambil ditutup. Saring larutan tersebut dengan saringan untuk memisahkan ampas dengan larutan. Encerkan larutan tadi dengan 40 liter air, kemudian semprotkan pada tanaman yang diserang hama belalang. Sebaiknya larutan disemprotkan secara merata dan akan lebih baik jika penyemprotan dilakukan saat belalang masih kecil sehingga belalang belum bisa terbang menghindari semprotan.

Cara ini sdh pernah kami coba dan hasilnya alhamdulillah lumayan bagus, cuma seiring berjalan waktu belalang kembali lagi.! karna menurut pengamatan kami ini hanya untuk mencegah bukan membasmi.


Kesimpulan :

Belalang merupakan serangga pemakan daun pada tanaman Jambu Madu yang sulit di berantas dengan Pestisida kimia ataupun alami, cara mengatasi yang paling ampuh selain kita bisa menggunakan musuh belalang itu sendiri seperti ayam, burung dll, kita harus rajin dan sabar perpatroli untuk menangkap sendiri belalang tersebut, bisa menggunakan tangan kosong dan apabila kesulitan kami referensikan untuk menggunakan alat bantu seperti yang kami bahas di atas.

Semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung di Blog kecil MJM.

Back > Panduan Jambu Madu 

Kamis, 11 Agustus 2016

VIDEO

Alat Panjat Kelapa






Penjarangan Buah Jambu Madu

 

Kenapa mesti dijarangkan ..??  Kan sayang bgt buahnya di buang-buang. Lagian  baru buah pertama biarkan sajalah itu yg sering terlintas dlm pikiran kita... 

Pertanyaan : lebih sayang mana ranting nya patah karena  tidak sanggup menahan beban buah yg smkn lama smkn besar.  Ranting yg sdh tua,  buah yg sdh besar tetapi blm matang dan manis sehingga terbuang begitu saja..? Sedih banget lo rasanya menyaksikan klo sdh kejadian seperti itu menyesal tiada guna karna nasi sdh jadi bubur..  

Jd menurut pengalaman kami mending Klo buahnya byk di jarangngkan saja. Itu biasanya si buah sering dempet tiga ambil kiri dan kanan sisakan yg tengah.  Selain utk mengurangi beban ranting,  penjarangan ini juga berfungsi utk membuat buah bebas dlm proses pembesaran dgn tujuan tdk terhempit/terjepit sehingga nantinya akn menghasilkan buah yg besar sebaliknya klo buah dibiarkan begitu saja tanpa penjarangan Buah biasanya tdk maksimal ukurannya buah memang byk tp tdk bisa besar atw buahnya kecil2.

























  



Sabtu, 06 Agustus 2016

HAMA DAN PENYAKIT PADA JAMBU MADU


Daun Jambuku kuning dan blm waktunya kok rontok ya..? Daun Jambuku kok jendol2 ya.? , daun jambu ku kok bolong2 dan habis ya..? Pertanyaan seperti ini sering bgt Marihat Jambu Madu jumpai, jd dari pada jawab satu2 mending disini kita bahas masalah hama dan penyakit yg umum dan sering kita jumpai pada jambu madu.  

Pertanyaan  : kenapa sih hama senang bgt dgn daun jambu madu?? Mgkn karna rasa dan aromanya yg manis kali ya mgkn saja..!! 

Jd karna tu si hama demam bgt sama si daun jambu yg manis dan menawan mending kita cegah/Proteksi sedini mgkn. Seperti kata wak tu lbh baik mencegah dari pada mengobati artinya : sblm kena hama kita harus semprot dgn insektisida secara berkala dan dgn dosis yg di anjurkan. Kan kasihan tu daun jambu kesayangan kita yg begitu lebar, mulus dan cauntik hrs bolong, Jendol2 bhkn bs gugur.. alamak tak tega aq bah..! 

Tips dan kunci memberantas hama Jambu Madu :

1. Menyemprot secara continue. 

Semprot lah jambu madu kesayangan anda secara continue dan terjadwal :
  a. 1 kali /10 hari utk pencegahan  (dosis insektisida standart dari label 
      biasanya ada dikemasan)
  b. 1 kali/ 5 hari  bila sdh terserang hama dan penyakit (dosis insektisida 
      bisa di naikkan dua kali dari dosis standar) klo hama sdh dibrantas 
      kembalikan pola penyemprotan pada poin (a) 

N/B :  Sebagai manusia biasa tdk luput dari sifat pelupa hendaknya Buatlah memo/catatan kecil jadwal penyemprotan baik di buku atau bs juga di catat di hp. Ingat jgn sampai telat apalagi pada musim hujan perkembangan hama sgt cepat dan ingat kata uak itu kata kuncinya adalah "Countinue"  (Terus menerus)

2. Insektisida

Insektisida Merk Jupiter, decis dan abacel yang sering kami gunakan, memang di pasaran masih banyak merk-merk Insektisida lain yang menurut kami semua bagus dan mempunyai keunggulan masing-masing, tapi berdasarkan pengalaman kami merk yang ada pada gambar di samping/atas juga sudah kami buktikan sangat ampuh dan tangguh memberantas segala jenis hama selain di pasaran atau toko2 pertanian juga banyak kita jumpai. yang penting cara aplikasinya sdh benar dan ingat kata kuncinya disemprot secara "Countinue"  jgn sampai telat mudah-mudahan bila ini terlaksana dengan baik hama cs tidak akan berani mendekat apalagi mengganggu tanaman kesayangan kita..  


3. Dosis dan campuran
 
  • dosis dan campuran Insektisida untuk pencegahan/perawatan Marihat Jambu Madu (MJM) biasa menggunakan Insektisida Jupiter 1 cc /1 ltr air + Abacel 0,75 cc/1 ltr air.
  • Sedangkan apabila sdh ada penyakit atau hama MJM memberikan dosis lbh tinggi dari biasanya  Decis 2 cc / 1 ltr air + Abacel 1 cc / 1 ltr air. sebenarnya fungsi Jupiter dan Decis hampir sama cuma Jupiter lbh rendah dibandingkan Decis
Waktu Penyemprotan MJM biasanya pada sore hari sekitar jam 16.00 WIB ke atas, dan jika musim hujan pada sore hari bisa juga pada pagi hari sblm jam 10.00 WIB.

Kesimpulan :

Apabila ini terlaksana dgn baik, menyemprot secara countineu (terus menerus) sesuai dgn jadwal dan waktu pilihan dan dosis Insektisida yg tepat Insya Allah yg namanya Kutu Aphidts, kutu putih, segala jenis ulat akan musnah dari pandangan mata, sehingga daun jambu akan tumbuh subur, lebar dan tentunya mulusss..  cuma mhn maaf khusus utk belalang, lalat buah dan juga kalong mesti menggunakan penanganan khusus. klo ada waktu nanti akn MJM bahas pada artikel selanjutnya.. OK BRO.....

Terimakasih telah mampir ke Blog kecil MJM... 

Rabu, 03 Agustus 2016

PERAWATAN JAMBU MADU


Bagaimana tips menanam dan merawat jambu madu agar tumbuh subur? Jambu air jenis madu dikenal memiliki citarasa yang begitu manis menyerupai madu. Tumbuhan yang berasal dari Deli ini bisa dibudidayakan dengan baik di pekarangan maupun menggunakan media pot. Beruntung sekali, tingkat kesulitan merawat tanaman ini pun tergolong mudah. Bahkan anda hanya membutuhkan waktu kurang lebih selama 1 jam/hari untuk merawat pohon jambu madu ini agar bisa tumbuh optimal.

 Simak kiat-kiat penanaman dan perawatan jambu madu berikut ini :

1. Pilih Bibit dari Varietas Unggulan

Paling utama, pilih bibit jambu madu yang berasal dari varietas unggulan dan berkualitas tinggi. Anda harus pintar memilih bibit semacam ini karena sudah terbukti mempunyai daya tahan dan daya produksi yang bagus. Walaupun harganya lebih mahal, tetapi ini merupakan suatu bentuk investasi yang aman untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

2. Tanam Pada Posisi yang Tepat

Menanam pohon jambu madu bisa dilakukan langsung di tanah atau dengan media pot. Idealnya, lubang penanaman di tanah memiliki jarak 2,5 sampai 3 meter sehingga masing-masing tanaman bisa tumbuh secara normal. Sedangkan untuk penanaman menggunakan pot, anda bisa menerapkan teknik pembuatan tabulampot yang benar. Penanaman yang terlalu rapat atau penggunaan pot yang kekecilan justru berakibat pada ketidaknormalan pertumbuhan tanaman-tanaman tadi.

3. Siram di Pagi dan Sore Hari

Jambu madu adalah tanaman yang memerlukan air dalam jumlah cukup banyak untuk bisa tumbuh normal. Itu sebabnya, anda perlu menyiram tanaman ini minimal 2 kali sehari ketika pagi dan sore. Namun bila cuaca sedang panas, intensitas penyiraman dapat ditingkatkan menjadi 3-4 kali sehari agar kebutuhan air terpenuhi. Prosedur penyiraman tanaman bisa dilakukan dengan metode manual, irigasi, atau kran otomatis.

4. Berikan Pupuk Kandang dan Pupuk NPK

Agar tingkat kesuburan media tanam terus terjaga sehingga pohon dapat berbuah lebat, anda perlu memberikan seluruh tanaman dengan pupuk kandang dan pupuk NPK secara berkala. Taburkan pupuk ini di sekeliling pohon jambu madu tanpa mengenai batang utamanya. Mendekati masa panen, frekuensi pemberian pupuk bisa ditingkatkan setiap 2 kali/minggu. Pupuk NPK yang sering kami gunakan adalah NPK 15.15.15  untuk fase pertumbuhan batang/pembesaran, setelah memasuki fase pembuahan kita ganti dengan NPK 16.16.16 dan di selingi dengan pupuk kandang kotoran hewan seperti kotoran sapi dan ayam bila perlu.

5. Berantas Hama dan Penyakit

Pemberantasan hama dan penyakit bertujuan untuk memastikan tanaman mampu menghasilkan buah dengan kualitas tinggi tanpa mengalami kecacatan. Untuk itu, lakukan penyemprotan menggunakan pestisida dan insektisida yang sesuai secara rutin. Guna menghindari serangan ulat, bisa juga dengan membungkus masing-masing bakal buah memakai kertas koran atau plastik.

PANDUAN JAMBU MADU 

sumber : pakarbudidaya.blogspot.co.id

Harga Jambu Madu

 Daftar harga buah dan bibit Jambu Madu :
 


Buah Jambu madu kami jual seharga Rp.25.000 / Kg (Stok terbatas) jadi harus pesan dulu..


Bibit  Bibit Jambu Madu yang kecil dengan polibet 25, tinggi sekitar 60-70 cm, 8-10 bulan berbuah seharga Rp. 35.000/Pohon 


Bibit Jambu Madu dengan polibet 35-50, tinggi 1 m, 4-5 bulan, Harga Rp 160.000 
(Tidak lama lagi berbuah dan ada juga sebagian sudah berbuah) 



Yang berminat Silahkan Clik :


 

 

Selasa, 02 Agustus 2016

Cara Menanam Jambu Madu




 Banyak sekali kita dengar Pertanyaan  Bagaimana cara menanam Jambu Madu yang baik dan benar..?

 Sebenarnya Jambu Madu tergolong tanaman yang tidak begitu sulit untuk di tanam dan di budi dayakan hanya saja kita perlu sedikit pengetahuan tentang sifat dan karakter tanaman Jambu tersebut. Dari pengalaman Marihat Jambu Madu kunci keberhasilan dalam penanaman Jambu Madu adalah :




 1. Bibit Unggul Berkulitas

  

Bibit unggul merupakan hal yg sangat penting kita perhatikan dalam menanam segala Janis Tanaman khususnya Jambu Madu, apalagi Mayoritas bibit Jambu yg kita jumpai dipasaran merupakan hasil dari perbanyakan Vegetatif  baik melalui cangkok ataupun Stek yg merupakan bibit tanaman tersebut bisa dikatakan duplicat dari Pohon Induknya. Jadi dsini kita perlu mengetahui kualitas dari si Pohon Induk. baik klo memilih bakal Pohon Induk yg mw kita stek /cangkok haruslah mempunyai kualitas yang bagus seperti buah yang besar dan rasa yang manis.




2.  Pot/Tong/Planter Bag atau Sejenisnya

Ukuran standart Pot untuk Jambu Madu minimal diameter 60 x 70 cm, ukuran lebih besar lebih baik, bisa saja kita tanam di pot yg lbh kecil tapi pertumbuhannya tdk akan maxsimal.. Pot banyak macam pilihan bisa dari plastik, batu, tong atau sekarang sdh ada planter bag semuanya menurut kami bagus asal ukuranya minimal standart bedanya hanya dari sisi ekonomi dan kualitas. tapi referensi dari Marihat Jambu Madu yg ekonomis dan awet Pot plastik seperti gambar di atas tapi jgn lupa utk membuat lobang instalasi dari bawah dan samping pot bila lobang blm ada.


3. Media Tanam

 Kompos (kotoran lembu, kambing dan ayam yang sudah lama sudah mengurai dengan tanah). karena kesuburan jambu madu ini sangat tergantung sekali dari kompos yang anda berikan, semangkin bagus kualitas komposnya maka akan semangkin cepat besar dan berbuah pohonnya. Tanah yang gembur artinya tanah khumus, bakaran atau tanah yang sehat, jangan tanah kuning yang biasa dijadikan untuk menimbun, Sekam padi atau apa saja yang dapat merenggangkan tanah agar tidak terlalu padat.

Cara Menanam:
  1. Campur terlebih dahulu tanah, kompos dan sekam padi, dengan ukuran 50% tanah, 30% kompos dan 20% sekam padi di tempat terpisah.
  2. Kemudian masukan kedalam pot atau polibet dengan ketinggian 5cm.
  3. Kemudian ambil bibit dan buka atau koyakan polibet bibit dan masukkan bibit ke dalam pot/polibet yang sudah diisi tanah, kompos dan sekam padi.
  4. Kemudian ambil tanah, kompos dan sekam padi yang masih ada kemudian masukkan kedalam pot/polibet dan isi sampai penuh setinggi tanah bibit jambu madunya.
  5. Kalau anda menggunakan polibet maka ada lipat saja polibetnya agar tidak ketinggian.
NB. Tanah yang diisi memang sengaja tidak penuh setinggi polibet atau potnya agar jika pohonnya sudah mulai besar kemudian ditambah kompos secara bertahap, agar pohon selalu mendapatkan kompos atau pupuk yang baru.

Setelah siap di tanam kita harus merawat tanaman tersebut berikut hal-hal yang perlu dilakukan :

Mungkin anda perlu juga informasi tentang :